Pengadaan CPNS tahun 2021

Dalam pengadaan CPNS daerah pada tahun 2021 terdapat 115.393 formasi guru dan 10.949 formasi non guru.

Dalam pengadaan CPNS daerah pada tahun 2021 terdapat 115.393 formasi guru dan 10.949 formasi non guru.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo saat penandatanganan komitmen penyelenggaraan pusat perbelanjaan layanan masyarakat di Jakarta, Selasa (2)

WARTAKOTA123.COM, JAKARTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo mengumumkan bahwa pemerintah saat ini sedang mempersiapkan tahapan pengadaan CPNS dan PPPK untuk non-guru pada tahun 2021.

Rencananya tahap pendaftaran akan dibuka mulai Mei hingga Juni 2021.

Tjahjo juga menjelaskan terkait pendistribusian kebutuhan notifikasi pelayaran di daerah.

Ia mengatakan, jumlah rencana penetapan di daerah sebanyak 637.243 yang terbagi dalam provinsi dan kabupaten atau kota.

“Secara rinci kebutuhan aparatur di Pemprov yang meliputi 23 Pemprov dengan total 126.342 formasi. Jumlah itu terbagi menjadi 115.393 formasi guru dan sisanya 10.949 formasi non guru, ” kata Menteri Tjahjo dalam keterangan tertulisnya. pernyataan di Jakarta, Kamis (18).

Sedangkan kebutuhan aparatur pemerintah daerah yang dimiliki oleh 387 kabupaten atau kota berjumlah 510.901 formasi.

Jumlah tersebut terbagi menjadi 414.756 formasi guru dan sisanya 96.145 formasi non-guru.

Pembentukan posisi ASN di daerah meliputi guru, tenaga kesehatan, analis kebijakan, akuntan, regulator penyelenggaraan urusan pemerintahan di daerah, pemekaran pertanian, kedokteran hewan dan paramedis, serta penyuluh kehutanan dan sosial serta swadaya masyarakat. aktivis.

Kemudian pelatih, administrator komputer, manajer pengadaan barang dan jasa, arsiparis, pustakawan, analis personalia aparatur, analis hukum, administrator database kependudukan, polisi layanan publik, analis kebakaran, teknologi jalan dan jembatan, teknologi remediasi lingkungan, teknologi irigasi, Penera , pengawas metrologi, pengawas kendaraan bermotor, penataan ruang, surveyor pemetaan, petugas budaya, petugas pembelajaran siswa dan lain-lain, ”jelasnya.

Thajo juga menjelaskan pembentukan posisi ASN dalam pengadaan ASN tahun ini di tingkat pusat.

Posisi ASN di pusat meliputi fakultas, analis kebijakan, peneliti, tenaga kesehatan, diplomat, akuntan, perencana, administrator komputer, analis hukum, perancang legislatif, penasihat komunitas, arsiparis, penyuluh (KB, kehutanan, perikanan, pertanian). , Narkoba, Perpustakaan) dan Aparatur Analis Sumber Daya Manusia.

Baca Juga :  Catat! Pendaftaran CPNS dan PPPK Dibuka Mei-Juni 2021

Kemudian lembaga keuangan, sandiman, statistika, rekayasa jalan dan jembatan, konstruksi dan perumahan, surveyor pemetaan, regulator farmasi dan makanan dan lain-lain, ”ujarnya.