Yuk Belajar Memahami Perbandingan Skala Termometer

WartaKota123 – Perbandingan Skala Termometer, Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu atau menunjukkan tingkat kehangatan atau kedinginan suatu benda. Alat ini menggunakan sifat termometrik dari zat, yaitu perubahan sifat zat yang disebabkan oleh perubahan suhu zat tersebut. Zat cair termometrik adalah zat yang mudah mengalami perubahan fisik saat dipanaskan atau didinginkan, seperti alkohol dan air raksa. Kata “Thermometer” berasal dari bahasa Latin “thermo” yang berarti panas dan “meter” yang berarti pengukur, jadi fungsi dari alat thermometer adalah untuk mengukur panas.

Tentang Perbandingan Skala Termometer

Anda mungkin sering mendengar tentang Celcius, Reamur, atau Fahrenheit. Ketiganya adalah termometer yang digunakan untuk mengukur suhu. Agar suhu suatu benda dapat diukur dengan termometer dan diketahui nilainya, dinding kaca termometer diberi skala dengan cara menandai titik-titik tertentu pada kaca tersebut. Kemudian, masing-masing titik diberi angka untuk menunjukkan derajat panas atau dingin dari suatu benda.

Langkah-langkah yang digunakan untuk menentukan skala suhu termometer menurut Celcius adalah sebagai berikut:

  1. Titik tetap bawah adalah skala Celcius (00) dengan menggunakan suhu air yang sedang membeku.
  2. Titik tetap atas (1000) menggunakan suhu air yang sedang mendidih pada tekanan udara normal, yaitu 1 atm.
  3. Bagi jarak antara kedua titik tetap atas dan titik tetap bawah menjadi bagian yang sama (100 bagian). Hal ini menunjukkan bahwa jarak antara dua garis beruntun 1 derajat C. Jadi, skala termometer celcius ada di titik beku dan titik didih dengan titik tetap bawah dan titik tetap bawah ya.

Jenis-Jenis Termometer

Ketika mengukur temperatur dengan menggunakan termometer, terdapat beberapa skala yang digunakan, seperti skala Celcius, skala Reamur, skala Fahrenheit, dan skala Kelvin. Keempat skala tersebut tentu memiliki perbedaan dalam pengukuran suhu dan perbandingan antara keempat jenis skala tersebut sebagai berikut :

1. Termometer Celcius

Termometer Celcius diciptakan oleh Anders Celsius pada tahun 1701-1744. Ia membuat termometer dengan titik beku air sebagai skala 0 dan titik didih air sebagai skala 100. Termometer yang dibuat oleh Anders Celsius ini dikenal sebagai termometer Celcius dengan satuan suhu dalam derajat Celcius. Jadi termometer ini memiliki skala bawah 0 derajat C dan skala atasnya 100 derajat C.

2. Termometer Reamur

Termometer Reamur diciptakan oleh Antoine Ferchault de Reaumur pada tahun 1683-1757. Ia dirancang dengan nama termometer Reamur dan memiliki titik acuan bawah 0 derajat R dan titik acuan atas 80 derajat R.

3. Termometer Fahrenheit

Selanjutnya ada termometer Fahrenheit yang diciptakan oleh Gabriel Daniel Fahrenheit pada tahun 1686-1736. Ia menetapkan titik beku air pada skala 32 derajat sebagai acuan bawah dan titik didih air pada skala 212 derajat sebagai acuan atas. Termometer ini dirancang dengan satuan suhu derajat Fahrenheit.

4. Termometer Kelvin

Termometer Kelvin diciptakan oleh Lord Kelvin pada tahun 1824-1904. Termometer ini memiliki titik acuan bawah 273 dan titik acuan atas 373. Skala satuan suhu termometer ini dinyatakan dalam Kelvin (K) tanpa adanya derajat.

Tabel Perbandingan Skala Termometer

Memahami Perbandingan Skala Termometer

Bagian-bagian Termometer

1. Tabung Gelas

Tabung gelas adalah badan termometer yang didalamnya terdapat komponen utama seperti skala dan pipa kapiler.

2. Pipa Kaca

Pipa kaca atau pipa kapiler adalah tabung sempit yang berisi zat cair seperti air raksa atau alkohol. Fungsinya adalah sebagai tempat terjadinya perubahan ukuran dari zat cair tersebut. Ketika suhu meningkat, zat cair akan melebar dan naik ke atas pipa kapiler. Sedangkan ketika suhu menurun, zat cair akan menyusut dan turun ke bawah.

3. Skala Termometer

Skala adalah bagian termometer yang berupa garis-garis dengan angka-angka. Fungsinya adalah untuk menunjukkan derajat Celcius dari suatu benda. Semakin tinggi angka yang tertera pada skala, maka semakin tinggi pula suhu benda tersebut.

4. Zat Cair Pengisi Termometer

Zat cair pengisi termometer merupakan komponen penting karena berfungsi sebagai indikator suhu dalam suatu benda. Biasanya, ketika suhu meningkat, zat cair seperti raksa akan melebar. Sebaliknya, ketika suhu menurun, zat cair akan menyusut.

5. Lekukan

Lekukan biasanya terdapat pada kolom raksa termometer badan. Bagian ini berfungsi agar zat cair yang telah melebar tidak mudah menyusut kembali. Sebelum menggunakan termometer, sebaiknya pengguna harus mengibas-ngibaskan alat ukur terlebih dahulu agar zat cair dapat menyusut ke posisi semula.

6. Tandon

Tandon atau reservoir adalah bagian paling bawah dari termometer. Bagian ini berfungsi sebagai titik kontak antara benda yang akan diukur suhunya dengan termometer. Ketika terjadi sentuhan antara tandon dan benda, maka akan terjadi perpindahan kalor secara konduksi. Sehingga suhu tandon akan berubah sesuai dengan suhu benda dan zat cair di dalam pipa kapiler akan melebar atau menyusut sesuai dengan suhu derajat pada benda tersebut.

Cara Kerja Termometer

Cara kerja termometer secara garis besar adalah:

1. Ketika zat cair dalam tandon terkena panas dari benda, maka zat cair akan melebar atau melembung.

2. Karena zat cair dalam tandon melebar, maka zat cair akan masuk ke dalam pipa kapiler. Kemudian, zat cair akan berhenti pada skala suhu tertentu. Skala tersebut yang menunjukkan suhu benda yang bersangkutan.

 

Demikian ulasan mengenai Yuk Belajar Memahami Perbandingan Skala Termometer, semoga mudah kalian pahami dan bisa bermanfaat ya.

administrator

Halo, Saya adalah penulis artikel dengan judul Yuk Belajar Memahami Perbandingan Skala Termometer yang dipublish pada 14 January 2023 di website WartaKota123

Artikel Terkait

Leave a Comment