Pengertian Iman Kepada Rasul

Pengertian Iman Kepada Rasul Nomer ke 3

Wartakota123.com – Sebagai umat muslim kita wajib untuk iman kepada rasul. Terdapat 6 iman yang harus anda pahami. Namun anda wajib tahu apa pengertian iman kepada rasul Allah. Berikut Pengertian Iman Kepada Rasul.

Pengertian Iman Kepada Rasul

Pengertian Iman Rasul, Dalil, Hikmah, dan Fungsi Iman kepada Rasul Allah Lengkap: Iman berasal dari bahasa Arab yang artinya percaya, Iman artinya percaya dalam hati, berucap lisan dan berbuat dengan perbuatan.

Secara istilah, pengertian Iman kepada Rasul Allah berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa Rasul benar-benar utusan Allah yang ditugaskan untuk membimbing umatnya di jalan yang benar agar selamat di dunia dan akhirat. Iman kepada Rasul Allah merupakan rukun iman yang keempat dari 6 rukun yang ada.

Perbedaan Antara Pengertian Kepada Rasul dan Nabi

Perbedaan antara nabi dan rasul adalah rasul adalah manusia pilihan yang menerima wahyu dari Allah untuk dirinya sendiri dan memiliki kewajiban untuk mewariskan wahyu yang diberikan Allah kepada umatnya.

Sedangkan Nabi adalah manusia pilihan yang kepadanya Allah memberikan wahyu untuk dirinya sendiri, tetapi tidak berkewajiban untuk mewariskannya kepada umatnya. Jadi seorang rasul harus seorang nabi, tetapi seorang nabi belum tentu seorang rasul.

Dalam kehidupan, umat Islam juga harus memahami dan mengamalkan setiap ayat Rukun Iman dalam kehidupan sehari-hari. Tapi, jika Anda belum hafal dan paham makna dari rukun imam ini, bagaimana cara mengamalkannya?

Begitulah Pengertian Iman Kepada Rasul yang harus anda pahami. Kita sebagai umat muslim hukumnya wajib kita percaya. Jika anda tidak percaya kepada iman kepada rasul maka anda tergolong masuk neraka. Pelajari juga Pengertian Iman Kepada Rasul.

Berikut 6 Rukun Iman dalam Islam :

Iman kepada Allah

Pertama, keimanan kepada Allah SWT. Dalam ayat pertama ini, umat Islam wajib meyakini dan meyakini bahwa satu-satunya Tuhan yang berhak menyembah kepada Allah SWT. Umat Islam juga harus meyakini dan meyakini bahwa Allah telah menciptakan seluruh alam semesta dan segala isinya.

Iman kepada malaikat

Juga, umat Islam wajib percaya pada malaikat Tuhan. Malaikat sendiri diciptakan oleh Tuhan dari cahaya. Dari sekian banyak Allah menciptakan malaikat. Kita harus bertemu dengan 10 malaikat, yaitu Jibril, Mikhael, Israfil, Israel, Munkar, Nakir, Raqib, Atid, Malik dan Ridwan.

Hikmahnya adalah mengingat peran para malaikat yang bisa membuat kita sadar akan perbuatan baik dan buruk dunia. Selanjutnya kita juga lebih mengenal kebesaran Allah SWT melalui salah satu ciptaan-Nya yang mulia, yaitu para malaikat. Iman Kepada Rasul juga harus diperhatikan.

Iman pada kitab-kitab Tuhan

Allah mengirimkan kitab-kitab suci kepada Nabi dan Rasul untuk membimbing orang-orang darinya. Bagi umat Islam, kita harus percaya setiap ayat Al-Qur’an. Melalui Al-Qur’an, kita mengetahui dasar-dasar berperilaku pada kehidupan dunia dengan kemampuan terbaik kita sebagai Muslim.

Iman Kepada Rasul

Selain itu, umat Islam wajib beriman kepada utusan Allah. Rasul sendiri adalah utusan Allah yang kepadanya dia memberikan wahyu. Berbeda dengan nabi, mendapatkan wahyu dari Allah kepada utusannya untuk mendapatkan tugas menyampaikan kepada manusia.

Pengertian Iman Kepada Rasul meyakini dengan sepenuh hati bahwa Rasul benar-benar utusan Allah yang ditugaskan untuk membimbing umatnya di jalan yang benar agar selamat di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, tidak semua nabi adalah rasul, tetapi semua rasul secara otomatis adalah nabi.

Iman akan hari akhir (kebangkitan)

Bela, menurutmu hari terakhir atau akhir dunia pasti akan datang? Dalam Islam, semua Muslim harus percaya bahwa hari akhir benar-benar ada. Pada hari itu, semua perbuatan baik dan buruk akan menjadi perhitungan dengan adil. Jika amal baikmu lebih berat dari amal burukmu, pahala surga akan menantimu. Tapi jika tidak, pahala neraka akan mereka dapatkan.

Iman Qada dan Qadar (Takdir)

Terakhir, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk meyakini takdir baik (qada) dan takdir buruk (qadar). Menurut Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah, qadar dalam bahasa artinya sebagai tujuan. Sedangkan qada adalah hukum atau ketetapan.

“Tidaklah suatu musibah menimpa bumi dan kamu, melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfudh) sebelum itu terjadi” (Al-Hadid: 22). Dengan meyakini qada dan qadar, manusia tidak menjadi sombong dan lupa bahwa dunia dan segala isinya hanyalah gudang penyimpanan sementara Allah.

Begitulah Pengertian Iman Kepada Rasul dan macam-macam rukum iman kepada Allah salah satunya adalah iman kepada rasul. Imanlah kepada rasul agar kita senantiasa masuk surga Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *