ASN meningkatkan kualitas

Menteri Tjahjo meminta ASN meningkatkan kualitas melalui ilmu pengetahuan

WARTAKOTA123.COM, JAKARTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengatakan ilmu memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurut Tjahjo, ilmu pengetahuan juga dapat digunakan untuk merancang proses bisnis yang paling efisien dan efektif, terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik.

Hal tersebut disampaikan secara virtual oleh Tjahjo selaku pembicara pada Kompas Talk Webinar dan Knowledge Sector Initiative (KSI) di Kementerian PANRB di Jakarta pada Selasa (16 Maret 2021).

“Oleh karena itu perlu dirancang ekosistem pengetahuan dan inovasi untuk memastikan kegiatan berbasis pengetahuan dan inovasi dapat terus berjalan dan pilar-pilar pembangunan dapat didukung,” kata Tjahjo Kumolo.

Menteri Tjahjo mengatakan, apapun posisi atau jabatannya, ASN wajib menguasai dan menjustifikasi setiap pekerjaan yang berbasis keilmuan.

Pendekatan berbasis bukti untuk pembuatan kebijakan atau kebijakan berbasis bukti tidak dapat diterapkan jika ASN tidak menggunakan sains untuk menyelesaikan masalah yang muncul di masyarakat.

“Sudah saatnya birokrasi pemerintahan tidak lagi menjadi birokrasi tradisional dan konvensional, tetapi menjelma menjadi birokrasi yang responsif, adaptable dan berbasis IT,” ujarnya.

Sebagai Menteri PANRB, pihaknya akan fokus pada peran Kementerian PANRB, khususnya di bidang sumber daya manusia aparatur dan kelembagaan dalam mengoptimalkan ekosistem pengetahuan dan inovasi.

Peran tersebut harus dipenuhi karena pada prinsipnya negara harus hadir dan menggerakkan seluruh elemen ekosistem iptek dan inovasi agar dapat saling berinteraksi dan bekerja sama.

Penciptaan ekosistem pengetahuan dan inovasi harus dilakukan secara bertahap di lingkungan pemerintahan.

Selain itu, menurutnya ASN juga bisa menjadi motor penggerak masyarakat untuk berinovasi.

“Jadi kuncinya adalah gerakan dan organisasi, dan pemerintah memiliki peran penting dalam mewujudkannya. Departemen PANRB akan terus mendorong inovasi di lingkungan terkecil yang ada,” ujarnya.

Baca Juga :  Seleksi CPNS 2021 dan PPPK Mei - Juni: Ada 27.303 formasi PPPK untuk guru agama

Menteri Tjahjo juga menyampaikan bahwa interaksi dan kolaborasi dilakukan dengan memastikan peran ASN secara individu maupun instansi pemerintah sebagai institusi dapat bekerja secara sinergis.

Oleh karena itu, kemampuan ASN dalam menggunakan ilmu pengetahuan perlu ditingkatkan, dan lembaga pemerintah perlu dirancang untuk mendukung inovasi yang dilakukan di dalam dan di luar organisasi.

“Dengan ekosistem yang berfungsi ini, negara, khususnya pemerintah, dapat memanfaatkan hasil-hasil ilmu pengetahuan dan inovasi dalam merumuskan kebijakan publik yang lebih efektif,” ujarnya.

Ada empat elemen penting dalam ekosistem pengetahuan dan inovasi, yaitu pengguna pengetahuan (user), mediator pengetahuan (mediator), penghasil pengetahuan (produsen), dan mediator pengetahuan (fasilitator).

Saat ini, ASN berperan dalam semua elemen tersebut. ASN sebagai pengguna pengetahuan, terutama sebagai bahan pengambilan kebijakan dan pengambilan keputusan.

Oleh karena itu, pembenahan tata kelola keilmuan di Indonesia diharapkan dapat membantu penyelenggaraan pemerintahan, khususnya reformasi birokrasi. Ketertiban umum merupakan sarana untuk mencapai tata pemerintahan yang baik atau good governance.