Asuransi Jiwa

Asuransi Jiwa Lengkap Dengan Keuntungan Dan Kekurangan

 

Asuransi Jiwa – Contoh asuransi jiwa sudah semakin beraneka ragam, hal ini sejalan dengan banyaknya pelanggan dari jenis asuransi ini. Apalagi menurut laporan dari FinTech in ASEAN 2022: Digital Taker Flight, asuransi jiwa menjadi salah satu produk asuransi yang sangat banyak dibeli secara online oleh masyarakat ASEAN pada tahun 2022.

Survey itu meyakinkan kalau pemahaman masyarakat akan berartinya asuransi jiwa mulai bertambah. Permintaan proteksi jiwa yang semakin besar, ikut mempengaruhi tipe atau contoh asuransi jiwa. Setiap jenis asuransi jiwa mempunyai keuntungan serta kekurangan yang berbeda. Berikut uraian lengkapnya.

Contoh Asuransi Jiwa

Secara biasa, asuransi jiwa dibagi jadi 4 macam, ialah asuransi jiwa berjangka, seumur hidup, dwiguna, dan unit link. Apa yang melainkan keempat jenis asuransi itu? Ikuti penjelasan lengkapnya berikut ini.

1. Asuransi Jiwa Berjangka

Asuransi jiwa berjangka atau term life insurance adalah asuransi yang memberi proteksi pada tertanggung dalam waktu durasi khusus. Umumnya, tipe asuransi ini memberikan kontrak untuk 5, 10, hingga 20 tahun dengan premi tetap serta relatif ekonomis. Asuransi jiwa berjangka direkomendasikan buat Kamu yang mengutamakan masa depan keluarga, paling utama pendidikan Kalian. Asuransi ini sesuai buat Kamu yang memiliki keinginan biaya asuransi besar, tetapi kemampuan finansial yang terbatas. Beberapa keuntungan serta kekurangan dari tipe asuransi jiwa ini sebagai berikut:

Keuntungan

– Pemegang polis memiliki kebebasan menentukan besar premi sesuai keahlian.

– Uang garansi yang didapat nominalnya sangat besar apalagi mencapai miliaran rupiah. Dengan begitu, jika tertanggung meninggal dunia saat masa kontrak sedang aktif, maka keluarga tertanggung akan mendapatkan uang garansi yang besar.

Baca Juga :  Beberapa Manfaat Asuransi Jiwa Untuk Keluarga Anda

Kekurangan

– Tertanggung ataupun peserta asuransi bisa kehabisan uang premi yang sudah dibayarkan ataupun premi gosong setelah kontrak selesai, jika tidak mengalami permasalahan kesehatan ataupun meninggal dunia hingga kontrak itu selesai.

 

2. Asuransi Jiwa Seumur Hidup

Seperti namanya, asuransi jiwa ini memberikan proteksi seumur hidup, meski biasanya industri asuransi membatasi manfaat perlindungan hanya sampai 100 tahun saja. Jenis asuransi ini dianjurkan untuk Kamu yang tidak memiliki tanggungan serta ingin memperoleh manfaat lebih dari sekadar bantuan kematian ataupun Kalian tertarik dengan dana jangka panjang. Dengan kata lain, tipe asuransi ini bisa jadi perlindungan dan dana untuk kondisi darurat, seperti melunasi biaya rumah sakit.

Keuntungan

– Pemegang polis bisa memperoleh nilai tunai dari premi yang sudah dibayarkannya.

– Jika tertanggung tidak membayar premi teratur, maka tertanggung bisa menggunakan nilai dari premi yang sudah dibayar untuk melunasi premi berikutnya.

– Premi asuransi yang telah dibayar tidak akan hangus, walaupun tidak pernah klaim.

– Saat kontrak berakhir, uang garansi akan diberikan seluruhnya.

Kerugian

– Premi lebih besar dibandingkan asuransi jiwa berjangka.

– Nilai tunai dari total premi yang sudah dibayarkan tidak terlalu besar, karena bunga asuransi ini umumnya cuma sebesar 4% per tahun dan angka itu belum dipotong pajak.

 

3. Asuransi Jiwa Dwiguna

Asuransi jiwa dwiguna adalah asuransi yang mempunyai 2 manfaat, ialah asuransi jiwa berjangka dan tabungan. Maksudnya, pemegang polis yang memegang asuransi ini bisa memperoleh nilai tunai dari premi yang sudah dibayarkan berbentuk uang garansi saat tertanggung meninggal dalam rentang waktu tertentu. Tidak cuma itu, tertanggung juga dapat menarik polis asuransi dalam waktu khusus sebelum kontrak selesai.

Baca Juga :  Beberapa Manfaat Asuransi Jiwa Untuk Keluarga Anda

Contoh asuransi jiwa ini dianjurkan buat Kamu yang ingin memastikan ketersediaan dana pendidikan anak, ingin mempunyai dana buat kebutuhan tidak terduga di masa depan, dan ingin mempunyai dana pensiun yang lebih besar.

Keuntungan

– Peserta asuransi bisa klaim polis asuransi sebelum kontrak selesai. Tetapi, penarikan anggaran ini hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu beberapa tahun sesuai dengan akad yang terlah disetujui.

– Apabila tertanggung masih hidup saat kontrak selesai, maka tertanggung dapat memperoleh semua uang garansi.

Kekurangan

– Premi yang wajib dibayarkan cukup besar, karena mempunyai 2 manfaat.

 

4. Asuransi Jiwa Unit Link

Asuransi jiwa ini ialah asuransi yang menggabungkan manfaat asuransi dengan investasi. Jadi, jika Kamu tertarik investasi tetapi tidak menguasai mengenai investasi dan ingin tetap memastikan mendapat manfaat proteksi, maka Kamu bisa memilah contoh asuransi jiwa ini. Kelebihan serta kekurangan asuransi ini sebagai berikut:

Keuntungan

– Pemegang polis bisa mendapatkan agunan proteksi sekaligus imbal hasil investasi dengan bunga yang besar setiap tahunnya.

Kekurangan

– Imbal balik investasi kurang signifikan dibandingkan investasi asli.

– Uang garansi yang diperoleh tergolong kecil, terutama saat investasi kandas ataupun hanya menghasilkan profit kecil.

 

Nah mungkin itu tadi beberapa uraian dari kami mengenai Contoh Asuransi Jiwa Lengkap dengan Keuntungan dan Kekurangan, dengan memahami beberapa contoh asuransi semoga bisa lebih memudahkan kalian dalam berinvestasi di asuransi yaa. Semoga Bermanfaat